Antara kecemasan dan kesedihan itu ada kaitannya yang sangat erat. Keduanya merupakan kesengsaraan dan siksa yang melingkupi jiwa. Perbedaannya, kecemasan disebabkan oleh ketakutan terhadap yang akan datang, sedangkan kesedihan adalah perasaan tertekan atas terjadinya hal-hal yang tak disukai. Keduanya sama-sama menyerang jiwa. Ketika jalinan itu terhubung dengan masa lalu disebut kesedihan, dan ketika terhubung dengan masa depan disebut kecemasan."
Selasa, 31 Maret 2009
Kecemasan
Senin, 30 Maret 2009
Sabar
"Hasbunallah wa ni'mal wakil" Tidak ada yang lebih sulit didunia ini dibandingkan Sabar. Sabar disini bisa berarti sabar terhadap yang dicintai, dan sabar terhadap yang tidak disukai. Sabar diperlukan dalam melakukan sesuatu yang sangat panjang masanya, atau terjebak dalam putus asa karena sudah buntu. Untuk menjalani masa yang panjang tu dibutuhkan bekal yang cukup, agar bias menyelesaikan perjalanan itu sampai tujuan. Dan, bekal itu sendiri bermacam-macam, diantaranya:
- Menimbang kadar ujian itu, yang bias jadi akan lebih besar dari yang dibayangkan
- Membayangkan bahwa diatas ujuan itu ada yang lebih besar lagi
- Menhharapan ganti ganti di dunia
- Membayangkan pahala yang akan diperoleh di akhirat
- Menikmati pujian dengan menggambarkannya dtang dari sesame dan diarahkan kepadanya dan yakin bahwa pahala akan dating dengan sendirinyadari Allah
- Kesedihan itu sama sekali tidak berguna, bahakan hanya akan memeperburuk keadaan.
Masih banyak lagi hal-hal yang dijauhi oleh akal dan pikiran. Tak ada jalan menuju kesabaran, selain memberikan sesuatu yang tidak dikehendaki oleh akal dan pikiran itu. Itu artinya, orang yang sabar harus menyibukan diri dengan hal-hal seperti itu dan menghabiskan sat-saat ujiannya dengannya.





